Alamat:

Jl.Surokarsan No:255A Yogyakarta Telp: (0274) 7158365 Cp: 0813 2550 5419

Website: www.mediakitajogja.blogspot.com

E-mail: mediakitajogjakarta@gmail.com

SEDANG DALAM PROSES

BLOGSPOT INI SEDANG DALAM PROSES

Senin, 07 April 2014

SEBA SERBI

MUSEUM GUNUNG MERAPI MENAWARKAN TEMPAT REKRESI EDUKASI

Media Kita ( Sleman )

    Museum Gunung Merapi ( MGM ), boleh dikatakan tempat rekreasi yang mempunyai nilai Edukasi yang ada di Provinsi DIY yang terletak di wilayah Kabupaten Sleman, tepatnya ada Jalan kaliurang Km 22, Dusun Banteng Hargobinangun  Pakem Sleman. Selain sebagai Edukasi, di Museum gunung  merapi ( MGM ) yang telah berdiri sejak 1oktober 2009, juga dapat sebagiai wahana pengumpulan dan pengarsipan benda – benda bernilai terkait dengan gunugn merapi dan kegunung apian di wilayah Indonesia.  Selain menawarkan sebagai tempat rekreasi Edukasi di museum ini diharapkan pengunjung dapat meningkatkan pengetahuan serta dapat memahami pengertian umum kegunung apian, manfaat sumberdaya pada Gunung api, aktifitas gunung api, Bahayanya gunung api  serta cara penanggulangan dan penanganan untuk mengantisipasi ancaman bahaya letusan gunung berapi.

    Seperti yang telah diungkapkan, kepala Museum Gunung Merapi (MGM) mempunyai 2 lantai, meliputi filosopi kegunung apian dan alat peraga kegempaan serta tempat pengumpulan dan pengarsipan benda bernilai yang berkaitan dengan gunung Merapi dan kegunungan pada umumnya yang digunakan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan pengentahuan tentang Gunung Merapi, kegunung apian bagi masyarakat. Sedangkan di lantai 2, akan dijumpai Play – Display letusan Gunung Merapi Tahun 2010  serta alat peraga Tsunami serta didukung pemutaran Film.

    Dan bila memasuki Ruang demi ruang yang ada di Museum Gunung Merapi (MGM) para pengunjung akan disuguhi proses terjadinya Bencana Merapi maupun pengunjung dapat melihat bentuk visualisasi dalam bentuk foto-foto wajah Gunung Berapi yang ada di Indonesia karakternya maupun daya letusnya. Disamping itu, disini juga dapat melihat saksi bisu benda korban ganasnya Gunung Merapi pada Tahun 2010 yang lalu memakan Jiwa dan Harta. ( Agn dp/MK )


KYAI TEJO. WALAU NAMANYA KURANG TERKENAL DI BURU ORANG PENCARI BERKAH.

Sleman (MK)
Nama Kyai Tejo mungkin tidak setenar Kyai Langgeng yang ada di kota magelang sebagai tempat wisata, maupun tidak terkenal di masyarakat awam. Namun bagi pemburu berkah nama Kyai Tejo tokoh yang makamnya berada di Durenan Tejo, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman itu termasuk salah satu sasaran panyuwunan berkah agar dapat tercapai yang mereka inginkan. Dan biasanya para peziarah pemburu berkah datang dari luar daerah. Mereka datang pada hari-hari yang dianggap baik seperti jum’at kliwon maupun pada hari selasa kliwon, tapi pada bulan yang dianggap keramat seperti bulan suro hampir sebulan penuh, sekitar nisan sederhana itu syarat dengan manusia-manusia pemburu berkah Kyai Tejo.

Tapi tidak jelas kapan mulanya muncul syarat harus membawa kemenyan yang disertai bunga. Hanya dari malam jum’at ke malam jum’at maupun selasa berikutnya, peziarah tidak pernah berkurang kesannya dan diantaranya mereka juga terdapat pelanggan yang menurutnya setelah menziarahi Kyai Tejo kehidupannya meningkat. Ada yang merasa dagangannya laris, rumah tangganya tentram, mudah mencari pekerjaan, cepat mendapat jodoh, ujiannya lulus dan macam-macam keperluan lain. “ kalau ingin agar cepat keinginannya tercapai harus mau prihatin dulu, “ kata Syamsudin peziarah yang mengaku berasal dari Kulon Progo Wates ini pada wartawan ketika ditemui seusai ziarah ke makam Kyai Tejo di depan rego makam beberapa waktu yang lalu dan mengaku ziarah ke makam Kyai Tejo sebulan sekali ini.

Dan lebih lanjut mengatakan, bahwa ia kenal dengan makam Kyai Tejo sudah Dua tahun yang lalu.  Pertama kali datang ziarah ke makam Kyai Tejo diajak temannya dari muntilan pada bulan suro, setelah berapa kali ziarah dengan temannya kemudian datang sendiri kemakam kemudian datang sendiri ke makam ini meskipun jauh juga. “ memang saya merasakan ada perubahan dalam kehidupannya dan merasa tentram setelah ziarah ke makam Kyai Tejo ini. “ ujar Syamsudin sambil bergegas ingin pulang.

Selain Syamsudin, tampak peziarah Kyai Tejo lainnya. Seorang wanita parubaya memasuki regol makam Kyai Tejo bergegas menuju tempat Nisan Kyai Tejo. Namun sesuai ziarah ketika ditemui wanita separubaya ini, enggan menjawab pertanyaan wartawan media ini. Namun kalau dilihat ibu terebut datang dari luar daerah. Dan ini dapat dilihat dari mobil yang dikendarainya berplat luar sleman.

Kata yang punya cerita, Kyai Tejo dulunya abdi dalem kraton yogyakarta yang suka mengembara ketempat-tempat wingit guna mencari kedamaian hati. Dan ketika bersemedi di gunung merapi terdengar wisik agar ia berjalan menuju ke selatan menelusuri persawahan. Sesampai di sebuah desa ia beristirahat di rumah warga yang kebetulan salah satu anggotanya ada yang menderita sakit menahun. Karena iba, Kyai Tejo mengamalkan ilmu batinnya. Atas seizin Allah, sembuhlah si penderita itu. Sejak saat itu banyak orang yang berasal dari berbagai desa mengunjunginya untuk minta pertolongan. Kemidian lantas ia pun menikah dengan penduduk setempat, dan akhirnya meninggal di desa itu. Dulu namanya tempat itu Durenan dan untuk mengenang Kyai Tejo, nama tempat itu ditambah menjadi Durenan Tejo. Lantaran Kyai Tejo dianggap punya ilmu batin cukup tinggi, maka tidak heran bila kaum pemburuh berkah menukik ke makamnya, nenepi mencari sesuatu yang dianggap memuaskan batin peziarah.

Tidak dapat menyalahkan mereka para penziarah, hanya yang perlu dihindari sebaiknya tidak menyembah nisan, tidak minta sesuatu pada arwah, dan sebaiknya datang ke makam hanya untuk mendoakan, kemudian baru disusul mohon kepada tuihan mengenai apa yang menjadi obsesinya seseorang. (Agung dp/MK)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar